Baru-baru ini saya iseng2 jalan2-jalan di dunia maya menggunakan kendaraan GOOGLE ternyata saya menemukan file ebook yang dibuat pada tahun 2005, tentang Perdebatan JIL dan AWAM, sangat menarik.
Sebenarnya tidak ada yang baru dari apa yang disampaikan Islam yang Liberal ini, jenis2 pendapat seperti ini sudah ada dalam Al Quran, Islam yang Liberal ini hanya membuat kita jadi bingung dan bimbang dlm menjalankan ibadah mencari Tuhan. pernyataan2nya seperti ttg Semua agama benar, kebencian mereka orang yang selalu menjudge hitam dan putih, ttg multi tafsir al Qur’an dsb,semuanya dibuat grey area, kebingungan ini berujung membuat kita jadi sibuk dan lalai.
Geli sekaligus sedih membaca pemikiran mereka
Sungguh benar ucapan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam tentang apa yang akan terjadi :
“Akan datang pada manusia yang penuh tipu daya. Para Pendusta dianggap jujur, sebaiknya orang jujur dianggap pendusta. Orang yang khianat dianggap khianat, orang yang amanah dicap pengkhianat. dan Orang Dungu yang sok berbicara ttg umat.”
Dan inilah zaman itu…
Demikian cuplikan yang ada di isi buku tersebut:
———————————————————————————
Inilah rekaman diskusi via surat elektronik (email) antara seorang awam (Yusuf Anshar) dengan seorang intelek liberal yang tidak lain adalah Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.
Sesungguhnya syubhat-syubhat (wacana-wacana untuk menimbulkan keraguan dan kerancuan terhadap ajaran Islam) yang dilontarkan oleh kaum liberal tidaklah bernilai apa-apa. Untaian dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits sudah cukup jelas dan lugas untuk membantah ocehan dan bualan mereka yang ngawur.
Bila kemudian seorang awam membantah bualan mereka dengan sedikit berolah-akal, hal itu karena “gemas” melihat kepongahan dan kelancangan mereka. Seakan-akan hanya merekalah yang berakal, sedang orang-orang yang beragama dengan “lugu” (lurus dan gugu = taat) adalah orang-orang yang pandir (sufaha’). Keculasan berpikir mereka sangka kecerdasan berpikir. Keliaran dan kebablasan berpikir mereka kira bagian dari kebebasan berpikir. Puhh!!
Dalam perdebatannya, “orang awam” tidak banyak mengutip dalil (al-Quran dan al-Hadits). Asumsinya, kaum liberal sebetulnya tidak percaya dengan keduanya. Kalaupun percaya (percaya macam apa?), al-Quran dan al-Hadits bagi mereka hanyalah sebagai objek permainan, bahan diskusi dan perdebatan, bukan sebagai sumber pengetahuan dan petunjuk…
————————————————————————————–
(untuk lebih detail silakan menu download)
Filed under: Artikel Pilihan, Referensi, Renungan... , Awam, JIL, Liberal, Multi Tafsir, Quran, sesat
Perangkap Iblis??
Terkadang pertanyaan ini hanya kita ungkapkan untuk orang lain. Bukankah itu pernyataan terbuka? Berlaku untuk siapa saja, termasuk anda dan saya?
Yang terpenting adalah bagaimana meng-implementasikan nilai-nilai kebenaran yang bermanfaat bagi banyak orang.
Salam.
Terima kasih komentarnya
Itu bukan pertanyaan, itu adalah peringatan dalam agama kami.
Yang terpenting adalah kita beribadah kepada Allah, karena kita semua akan kembali kepadanya, dengan sendirinya kalau kita jalankan sambil menjaga diri dari perangkap Iblis, maka implementasi nilai kebenaran akan timbul sebagai impact ibadahnya.
Kalau anda belum mengerti, ya gak apa2, karena di agama Islam memang diajarkan bahwa Agamaku adalah Agamaku, Agamamu adalah agamamu.
Salam juga..